Selasa, 23 November 2010

Sistem Informasi Akuntasi

A. Akuntansi dan teknologi Informasi

Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi sebagai sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi.

Fungsi Sistem Informasi

Setiap organisasi yang mempunyai komputer untuk memproses data transaksi mempunyai fungsi sistem informasi. Fungsi sistem informasi bertanggung jawab untuk pengolahan data (DP). Pengolahan merupakan aplikasi sistem informasi akuntansi yang fundamental dalam setiap oraganisasi. Fungsi sistem informasi dalam organisasi mulai berevolusi mulai dari struktur oraganisasi sederhana yang terdiri dari beberapa orang saja sampai struktur yang kompleks yang meliputi banyak spesialis yang bermutu.

Otomatisasi Kantor dan Perlunya Otomatisasi Kantor

Otomatisasi Kantor (Office Automation atau OA) adalah semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berada di dalam maupun di luar perusahaan.

Pengguna Otomatisasi Kantor

Otomatisasi Kantor (OA) digunakan oleh semua orang yang bekerja di dalam kantor. Pada dasarnya ada 4 kategori pemakai OA, yaitu :

  1. Manajer
  2. Profesional
  3. Sekretaris
  4. Clerical Employee (Klerk)

Tujuan Otomatisasi Kantor

Otomatisasi kantor bertujuan untuk meningkatkan produktivitas.

Bila diterapkan sebagai alat pemecah masalah, otomatisasi kantor dapat memberikan kemampuan antar manajer untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik lagi selagi mereka memecahkan masalah. Peningkatkan komunikasi ini dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.

Perlunya otomasi kantor

Usaha untuk mencapai tingkat otomatisasi kantor adalah ukuran dari teknologi informasi untuk mencapai kriteria penting, sebagai platform aplikasi otomatisasi kantor perusahaan pertama-tama harus mengatur internet/jaringan intranet. Intranet merupakan informasi perusahaan terpadu sebagai kualitas, seluruh pelanggan dan dapat menggunakan infrastruktur publik untuk mitra bisnis anda, pelanggan dan staf luar biasa untuk memberikan berbagai pelayanan fleksibel, saluran akses informasi yang dapat di akses, untuk memperbaiki manajemen perusahaan dan efisiensi operasional layanan.

Contoh tentang teknologi tanggap cepat
Contoh dari teknologi tanggap cepat adalah EDI (Electronic Data Interchange). Secara formal EDI didefinisikan sebagai transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik.

EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.

B. Akuntansi dan Perkembangan Sistem

1. Tujuan dan Hakikat Perkembangan Sistem
Proyek pengembangan sistem pada umumnya mencakup tiga tahap utama yaitu :
1. Sistem Analisis
Meliputi formulasi dan evaluasi solusi-solusi atas masalah-masalah sistem. Penekanan dalam analisis sistem adalah tujuan keseluruhan sistem. Hal yang mendasar dalam hal ini adalah timbal balik, untung rugi, dalam pencapaian tujuan sistem.
Tujuan analisis system adalah :
- Untuk meningkatkan kualitas informasi.
- Untuk meningkatkan pengendalian intern.
- Untuk meminimalkan biaya.
2. Sistem Perancangan
Mencakup evaluasi efektivitas dan efisiensi relatif atas pilihan-pilihan rancang bangun sistem dipandang dari kebutuhan keseluruhanya. Perancangan sistem adalah proses menspesifikasikan rincian solusi yang dipilih oleh proses analisis sistem.
3. Sistem Implementasi
Merupakan proses penempatan rancangan prosedur-prosedur dan metode-metode baru, atau yang telah direvisi, ke dalam operasi. Implementasi sistem mencakup pengujian atas solusi sebelum implementasi, pendokumentasian solusi, dan peninjauan atas sistem pada saat awal pengoperasiannya. Hal itu bertujuan untuk memverifikasi bahwa fungsi-fungsi sistem sesuai dengan spesifikasi rancangan.
2. Pertimbangan Perilaku dalam Pengembangan Sistem
Manajemen, pemakai, dan staf sistem perlu dilibatkan dalam perancangan sistem informasi dan kegiatan lanjutannya. Umumnya, kelompok perancangan atau tim proyek yang meliputi para pemakai, analis, dan wakil-wakil manajemen, dibentuk untuk mengidentifikasi kebutuhan, mengembangkan spesifikasi-spesifikasi teknis, dan mengimplementasikan sistem baru.

Masalah-masalah teknis, organisasional, dan manajemen proyek akan muncul dalam mengimplementasikan sistem informasi. Sistem informasi yang baru menimbulkan hubungan tata kerja baru di antara personel yang ada, perubahan-perubahan tugas, dan barangkali perubahan struktur organisasi formal. Faktor-faktor teknis, perilaku, situasi, dan personel yang berkaitan harus dipertimbangkan seluruhnya. Kegagalan untuk melakukan hal itu akan mengakibatkan tidak bergunanya output sistem, walaupun secara teknis sistem cukup baik. Lebih jauh, diperlukan kerja sama dari pemakai secara terus-menerus untuk mengoperasikan sistem (menyediakan input, verifikasi output) setelah sistem itu diimplementasikan.

Kerja sama pemakai yang dibutuhkan untuk keberhasilan pengoperasian sistem harus diyakini pada saat perancangan sistem, bukan sesudahnya. Sebagian besar aplikasi akuntasi bersifat rutin. Untuk memastikan kesesuaian dengan jadual produksi, hubungan yang terus-menerus di antara pemakai dan personel sistem informasi adalah penting. Daftar input, laporan, dan lainnya biasanya merupakan tanggung-jawab kelompok sistem, tetapi untuk implementasi dan pemeliharaan atas daftar ini diperlukan kerja sama dengan para pemakai.

Filosofi dari perancangan berorientasi pemakai(user oriented) membantu membentuk perilaku dan pendekatan kepada pengembangan sistem yang dengan seksama mempertimbangkan konteks organisasional. Para pemakai harus dilibatkan dalam perancangan aplikas. Perhatian yang seksama terhadap output, baik terhadap kuantitas maupun format, dalam tahap perancangan akan mencegah pemakai untuk mengerjakan ulang data atau meminta bentuk laporan baru pada saat sistem sudah berjalan. Output harus diarahkan kepada keputusan- keputusan; para pemakai harus memahami hakikat dan tujuan output agar dapat memanfaatkannya. Pelatihan karyawan harus tercakup dalam tahap perancangan, bukan dimulai setelah sistem dipasang. Akhirnya, sistem harus disiapkan untuk dapat menerima dan melakukan perubahan setelah mulai dioperasikan. Para pemakai biasanya meminta perubahan; antisipasi terhadap kemungkinan ini dan faktor-faktor lain yang telah diuraikan adalah sangat penting dalam filosofi berorientasi pemakai dalam perancangan sistem.

Sistem Informasi Akuntasi

ANALISIS DAN DESAIN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DI PT. MULYA JATRA

ANALYSIS AND DESIGN ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM IN PT. MULYA JATRA

Created by :
Yusuf, Muhammad ( )



Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan di PT. Mulya Jatra yang terkait dengan proses Akuntansi yaitu akses data akuntansi tidak bisa dilakukan dengan cepat, terjadi kesalahan pencatatan transaksi, entry data dilakukan satu persatu, dan terselipnya bukti transaksi. Sehingga dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana melakukan desain basis data, desain proses dan desain antar-muka agar Sistem Informasi Akuntansi ini dapat diimplementasikan secara nyata. Penelitian ini bertujuan menghasilkan Dokumen Desain Sistem Informasi Akuntansi di PT. Mulya Jatra untuk diimplementasikan secara nyata. Langkah-langkahnya adalah melakukan analisis kebutuhan sistem saat ini, mengidentifikasi gambaran sistem baru dan selanjutnya melakukan desain sistem yang meliputi desain basis data, desain proses dan desain antar-muka. Desain basis data dimulai dengan melakukan desain konseptual dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD), desain logikal dalam bentuk Referential Integrity dan diteruskan dengan melakukan Normalisasi sampai memenuhi kriteria Boyce-Codd Normal Form (BCNF) atau 3rd Normal Form (3NF), selanjutnya dibuat Kamus Data dari hasil desain logikal basis data yang telah dinormalisasi. Untuk desain proses, diawali dengan melakukan desain fisikal dalam bentuk flowchart atas proses bisnis yang berjalan saat ini, melakukan desain logikal dalam bentuk Data Flow Diagram mulai level 0 sampai dengan level yang bersifat primitif (tidak dapat diuraikan lagi). Untuk DFD primitif, perlu dibuatkan Spesifikasi Proses. Desain antar-muka terdiri dari Desain Screen dan Desain Laporan. Desain Screen menggunakan metode Menu Selection dan Question-Answer Dialogues. Desain Laporan disesuaikan dengan kebutuhan format laporan itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah menjawab mengenai bagaimana melakukan desain basis data, desain proses dan desain antar-muka agar Sistem Informasi Akuntansi di PT. Mulya Jatra ini dapat diimplementasikan secara nyata, menghasilkan fitur Administrasi Order, Kasir, Administrasi Teknik, Administrasi Gudang, Administrasi Pembelian, Penggajian serta Akuntansi serta adanya desain ini diharapkan dapat membantu perusahaan melakukan implementasi walaupun perlu desain yang lebih rinci terutama yang dengan desain fisik dan lingkungan implementasi


Alt. Description

This research apppeared from the problem in PT. Mulya Jatra about accounting process. Accounting process in PT. Mulya Jatra can’t give information about finance quickly, the other problem are writing data transaction, entering data manually, and making mistakes in saving transaction document. From that fact, we try to formulate problem in this research that is how to do database design, process design and interface design to apply this Accounting Information System. This research is focused to make Document of Accounting Information System Design which can be applied. The steps of this research are analyzing system requirement, identifying new system, and the next step is designing system that consist of database design, process design and interface design. Database design is started to make conceptual design in Relationship Diagram (ERD) shape, logical design in Referential Integrity shape, the next step is doing normalization until Boyce-Codd Normal Form (BCNF) or 3rd Normal Form (3NF). After that, we make data dictionary from Boyce-Codd Normal Form (BCNF) or 3rd Normal Form (3NF). Process design is started by doing physical design in flowchart, after that we make logical design in Data Flow Diagram 0 level until primitive level (which can’t be fracted again).For primitive DFD, we must make process specification (p-spec). Interface design consist of screen design dan report design. Screen design is using menu Selection methode and Question-Answer Dialogues. Report design is adjusted with requirement of format report. In brief, this research can answer how to make database design, process design, interface design so that this Accounting Information System can be applied in PT. Mulya Jatra including of order administration, cashier, technic administration, storage administration, purchasing administration, and salary system feature . Hopefully, this Accounting Information System design can help the company to apply Accounting Information System eventhough by appyling this system need physic design and environment of system requirementin detail.

Contributor:
  1. Prof. Dr. Ir. ARIF DJUNAIDY, M.Sc.
Date Create:16/12/2008
Type:Text
Format:pdf.
Language:Indonesian
Identifier:ITS-Master-3100008031028
Collection ID:3100008031028
Call Number:RTMT 657.028 5 Yus a


Source :
Master Theses of Program In Management Of Technologi, RTMT 657.028 5 Yus a, 2007

Coverage :
ITS Community Only

Rights :
Copyright @2007 by ITS Library. This publication is protected by copyright and permission should be obtained from the ITS Library prior to any prohibited reproduction, storage in a retrievel system, or transmission in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording, or likewise. For information regarding permission(s), write to ITS Library

Sistem Informasi Akuntasi

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
LANDASAN BAGI SISTEM INFORMASI LAIN

Kusrini, S.Kom
STMIK AMIKOM Yogyakarta

Accounting information is the most important matter needed by any organization
management. Accounting information is divided into two big parts: financial
accounting information and management accounting information. Accounting
Information System has responsibilities of : collecting data that describe activity of
organization, transforming data into information and finally, making the information to
be available for users inside and outside the organization.

Accounting Information System needs internal controlling to avoid and to handle
any cheating inside an organization. Internal controlling consist of : organization
structure, any coordinated methods and tools that occupied to keep assets secure,
inspection for accounting data truth, improve work efficiency and to obey
management policy arranged earlier.

Kata Kunci: Sistem, Informasi, Akuntansi

1.

Tinjauan Mengenai Sistem Informasi Akuntansi

Akuntansi merupakan bahasa bisnis. Sebagai bahasa bisnis akuntansi menyediakan
cara untuk menyajikan dan meringkas kejadian-kejadian bisnis dalam bentuk
informasi keuangan kepada pemakainya.

Informasi akuntansi merupakan bagian terpenting dari seluruh informasi yang
diperlukan oleh manajemen. Informasi akuntansi yang dihasilkan oleh suatu sistem
dibedakan menjadi dua, yaitu informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi
manajemen.

Pemakai informasi akuntansi pun terdiri dari dua kelompok, yaitu pemakai eksternal
dan pemakai internal. Yang dimaksud dengan pemakai ekseternal mencakup
pemegang saham, investor, kreditor, pemerintah, pelanggan, pemasok, pesaing,
serikat kerja dan masyarakat. Sedangkan pemakai internal adalah pihak manajer dari
berbagai tingkatan dalam organisasi bersangkutan.

Sistem Informasi Akuntansi(SIA) dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem informasi
yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi
pemakainya.

Adapun tujuan Sistem Informasi Akuntansi adalah sebagai berikut:
1. mendukung operasi-operasi sehari-hari
2. mendukung pengambilan keputusan manajemen
3. memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban

2.

Siklus Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian (sub-system)
yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur
akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan
akuntansinya. Siklus akuntansi dibagi menjadi:
1. Siklus pendapatan
2. Siklus pengeluaran kas
3. Siklus konversi
4. Siklus manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
5. Siklus buku besar dan laporan keuangan

3.

Contoh Sistem Informasi Akuntansi

Ada beberapa sistem informasi akuntansi yang sudah dikembangkan oleh berbagai
perusahaan. Ada yang mengembangkan secara umum, ada yang mengembangkan
berdasarkan kasus per kasus dalam suatu organisasi. Contoh sistem informasi
akuntansi yang dikembangkan secara umum adalah: Dec Easy Accounting(DEA) dan
MYOB. Sedangkan contoh sistem informasi akuntansi yang dikembangkan
berdasarkan kasus dalam organisasi adalah Surya Artha yang dibuat oleh CV. Surya
Cipta Solusi Informatika. Pada makalah ini akan ditunjukkan lebih rinci mengenai
Surya Artha.Surya Artha dikembangkan untuk perusahaan dagang. Sistem ini menangani
pemrosesan data antara lain: data rekening, data supplier, data pelanggan, data
barang/stok, transaksi pembelian tunai dan kredit, transaksi retur pembelian,
transaksi penerimaan dan pembayaran utang yang bukan dari pembelian, transaksi
penjualan tunai dan kredit, transaksi retur penjualan, transaksi penerimaan dan
pembayaran piutang yang bukan dari penjualan, transaksi jurnal umum, transaksi
penyesuaian saldo awal dan tutup buku, laporan-laporan transaksi, laporan-laporan
keuangan.

4. PENGENDALIAN INTERN

Pengendalian intern suatu perusahaan meliputi struktur organisasi dan semua cara-
cara serta alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan dalam perusahaan dengan
tujuan untuk:
a. menjaga keamanan harta milik perusahaan
b. memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
c. memajukan efisiensi dalam usaha
d. mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan
terlebih dahuluPengendalian intern diperlukan karena beberapa alasan, yaitu:
a. SIA merupakan suatu system yang terbuka
b. Mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (kesalahan-kesalahan
atau kecurangan-kecurangan)
c. Melacak kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi

Sistem Pengendalian Intern dibagi 2 yaitu:
a. Pengendalian akuntansi / pengendalian pencegahan
1. Pengendalian secara umum
2. Pengendalian aplikasi
b. Pengendalian administratif
1. Pengendalian umpan balik
2. Pengendalian umpan maju

4.1 Pengendalian Akuntansi

Tujuan utama dari pengendalian akuntansi adalah:
1. menjaga keamanan harta kekayaan milik perusahaan
2. memeriksa ketepatan dan kebenaran data akuntansi

Pengendalian akuntansi perlu dirancang sedemikian rupa, sehingga memberikan
jaminan yang cukup beralasan atau meyakinkan terhadap:
1.
Transaksi-transaksi dilaksanakan sesuai dengan wewenang manajemen,
baik yang sifatnya umum maupun yang sifatnya khusus
2.
Transaksi-transaksi perlu dicatat untuk :
a. Penyusunan laporan keuangan
b. Menjaga pertanggungjawaban atas kekayaan
Pemakaian harta kekayaan perusahaan hanya diijinkan bila ada
3.
wewenang dari manajemen
4.
Bahwa harta kekayaan perusahaan menurut catatan sama besarnya
dengan kekayaan riil

4.2 Pengendalian Administratif

Pengendalian administratif memiliki tujuan utama:
1. meningkatkan efisiensi operasi kegiatan
2. mendorong ditaatinya kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan

Sistem Informasi Akuntasi

HUBUNGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN EFEKTIFITAS STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAN PADA PT. KERETA API (Persero) DAERAH OPERASIONAL 2 BANDUNG

Masalah penggajian merupakan bagian yang harus mendapat perhatian besar, karena selain biaya terbesar dalam biaya operasi perusahaan, juga karena karyawan sangat sensitif terhadap kesalahan yang terjadi dalam penggajian atau hal-hal yang tidak wajar yang berkaitan dengan penggajian. Melihat hal tersebut, maka diperlukan suatu sistem informasi akuntansi penggajian yang disertai dengan pengendalian intern atas penggajian yang diharapkan dengan adanya sistem informasi akuntansi dan struktur pengendalian intern penggajian yang baik akan menghasilkan informasi penggajian yang akurat, cepat, dan dapat dipercaya. Begitupun dengan PT. Kereta Api (Persero) yang sudah menerapkan struktur pengendalian intern dan sistem informasi akuntansi penggajian yang sudah terkomputerisasi. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “HUBUNGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAAN PADA PT.KERETA API (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.”
Sehubungan dengan hal tersebut penulis mengidentifikasikan beberapa masalah yang timbul dalam pengelolaan penggajian, yaitu bagaimana pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggajian, bagaimana pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan bagaimana hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas struktur pengendalian intern penggajian. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : untuk memperoleh data informasi yan memberikan petunjuk ttentang pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggjian, untuk mengetahui pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan untuk mengetahui hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas pengendalian intern penggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.
Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui penelitian lapangan dan penelitiian kepustakaan, dimana dalam penelitian lapangan dilakukan dengan wawancara, observasi dan kuesioner, dan untuk penelitian kepustakaan dilakukan dengan literatur buku dan data lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa pelaksanaan sistem informasi akuntansi pnggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung sudah sangat memadai, hal tersebut didukung selain dari jawaban responden sebesar 85,6% juga karena PT. Kereta Api (Persero)sudah menerapkan elemen-elemen sistem informasi akuntansi penggajian dan tercapainya tujuan sistem informasi akuntansi. Sedangkan pelaksanaan struktur pengendalian intern pengajian di PT. Kereta Api (Persero) sudah dilaksanakan dengan sangat efektif, hal tersebut didukung karena selain dari tujuan struktur pengendalian intern penggajian sudah tercapai juga karena sudah menerapkan unsur-unsur struktur pengendalian intern, selain itu juga berdasarkan jawaban responden sebesar 85%. Berdasarkan metode Rank Sspearmen, PT. Kereta Api (Persero) memiliki tingkat hubungan yang kuat antara sistem informasi akuntansi dengan struktur pengendalian intern sebesar 0,779.

Deskripsi Alternatif :

Masalah penggajian merupakan bagian yang harus mendapat perhatian besar, karena selain biaya terbesar dalam biaya operasi perusahaan, juga karena karyawan sangat sensitif terhadap kesalahan yang terjadi dalam penggajian atau hal-hal yang tidak wajar yang berkaitan dengan penggajian. Melihat hal tersebut, maka diperlukan suatu sistem informasi akuntansi penggajian yang disertai dengan pengendalian intern atas penggajian yang diharapkan dengan adanya sistem informasi akuntansi dan struktur pengendalian intern penggajian yang baik akan menghasilkan informasi penggajian yang akurat, cepat, dan dapat dipercaya. Begitupun dengan PT. Kereta Api (Persero) yang sudah menerapkan struktur pengendalian intern dan sistem informasi akuntansi penggajian yang sudah terkomputerisasi. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “HUBUNGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAAN PADA PT.KERETA API (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.”
Sehubungan dengan hal tersebut penulis mengidentifikasikan beberapa masalah yang timbul dalam pengelolaan penggajian, yaitu bagaimana pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggajian, bagaimana pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan bagaimana hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas struktur pengendalian intern penggajian. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : untuk memperoleh data informasi yan memberikan petunjuk ttentang pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggjian, untuk mengetahui pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan untuk mengetahui hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas pengendalian intern penggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.
Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui penelitian lapangan dan penelitiian kepustakaan, dimana dalam penelitian lapangan dilakukan dengan wawancara, observasi dan kuesioner, dan untuk penelitian kepustakaan dilakukan dengan literatur buku dan data lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa pelaksanaan sistem informasi akuntansi pnggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung sudah sangat memadai, hal tersebut didukung selain dari jawaban responden sebesar 85,6% juga karena PT. Kereta Api (Persero)sudah menerapkan elemen-elemen sistem informasi akuntansi penggajian dan tercapainya tujuan sistem informasi akuntansi. Sedangkan pelaksanaan struktur pengendalian intern pengajian di PT. Kereta Api (Persero) sudah dilaksanakan dengan sangat efektif, hal tersebut didukung karena selain dari tujuan struktur pengendalian intern penggajian sudah tercapai juga karena sudah menerapkan unsur-unsur struktur pengendalian intern, selain itu juga berdasarkan jawaban responden sebesar 85%. Berdasarkan metode Rank Sspearmen, PT. Kereta Api (Persero) memiliki tingkat hubungan yang kuat antara sistem informasi akuntansi dengan struktur pengendalian intern sebesar 0,779.

Sistem Informasi Akuntasi

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas merupakan hal penting dalam mengidentifikasi, mengelompokkan, menghimpun, mencatat dan melaporkan khususnya di bagian kasir dimana sering melakukan penerimaan dan pengeluaran kas. Dengan adanya sistem yang baik mengenai pengelolaan kas, dapat membuat sistem penerimaan dan pengeluaran pada KPBS menjadi lebih terjaga dari tindakan-tindakan penyelewengan terhadap laporan penerimaan dan pengeluaran kas.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetaui sejauh mana penerapan informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran dan mengevaluasi sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas kas di sebuah koperasi, yang bergerak dibidang produksi susu. Untuk mengetahui sejauh mana penerapan sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas apakah sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Informasi dilakukan di perusahaan tersebut untuk mengetahui apakah sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas yang dilakukan oleh perusahaan KPBS dapat di pertanggungjawabkan agar pengelolaan kas menjadi efektif dan tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang tidak perlu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengendalian terhadap penerimaan dan pengeluaran kas dapat berjalan dengan lancar atau baik apabila dilakukan sesuai dengan kebijakan-kebijakan perusahaan KPBS yang sudah ditentukan, sehingga dapat menahan seminimal mungkin penyimpangan-penyimpangan yang terjadi yang dapat merugikan pihak KPBS, sehingga tujuan KPBS dapat terpenuhi.

KPBS dapat melakukan penerapan sistem informasi akuntansi terhadap pengendalian, penerimaan dan pengeluaran kas. Penerapan sistem informasi akuntansi tersusun dengan sangat baik, sehingga unsur organisasi, otorisasi dan prosedur pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas berjalan dengan sangat baik

Deskripsi Alternatif :

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas merupakan hal penting dalam mengidentifikasi, mengelompokkan, menghimpun, mencatat dan melaporkan khususnya di bagian kasir dimana sering melakukan penerimaan dan pengeluaran kas. Dengan adanya sistem yang baik mengenai pengelolaan kas, dapat membuat sistem penerimaan dan pengeluaran pada KPBS menjadi lebih terjaga dari tindakan-tindakan penyelewengan terhadap laporan penerimaan dan pengeluaran kas.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetaui sejauh mana penerapan informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran dan mengevaluasi sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas kas di sebuah koperasi, yang bergerak dibidang produksi susu. Untuk mengetahui sejauh mana penerapan sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas apakah sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Informasi dilakukan di perusahaan tersebut untuk mengetahui apakah sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas yang dilakukan oleh perusahaan KPBS dapat di pertanggungjawabkan agar pengelolaan kas menjadi efektif dan tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang tidak perlu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengendalian terhadap penerimaan dan pengeluaran kas dapat berjalan dengan lancar atau baik apabila dilakukan sesuai dengan kebijakan-kebijakan perusahaan KPBS yang sudah ditentukan, sehingga dapat menahan seminimal mungkin penyimpangan-penyimpangan yang terjadi yang dapat merugikan pihak KPBS, sehingga tujuan KPBS dapat terpenuhi.

KPBS dapat melakukan penerapan sistem informasi akuntansi terhadap pengendalian, penerimaan dan pengeluaran kas. Penerapan sistem informasi akuntansi tersusun dengan sangat baik, sehingga unsur organisasi, otorisasi dan prosedur pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas berjalan dengan sangat baik

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Perguruan Tinggi Kesatuan Bogor. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Sistem Informasi Akuntasi

  1. Sistem Informasi dan Organisasi Bisnis
    • Sistem informasi yang identik dengan pemanfaatan teknologi komputer pada suatu organisasi.
    • Sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
    • Sistem informasi akuntansi ada dalam berbagai bentuk organisasi bisnis.
    • Sistem informasi akuntansi menganalisis bagaimana kejadian yang mempengaruhi suatu organisasi dicatat dengan menggunakan sumber daya manusia dan komputer, diringkas dengan metode dan sasaran akuntansi, dan dilaporkan sebagai informasi yang berguna baik yang ada di dalam maupun di luar organisasi.
    • 3 Fungsi dasar yang dilaksanakan oleh Sistem Informasi Akuntansi :
      • Mengumpulkan dan memproses data mengenai kegiatan organisasi bisnis secara efektif dan efisien.
      • Menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
      • Membentuk pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa bisnis dicatat dan diproses secara akurat dan untuk melindungi data dan aset organisasi lainnya.
  2. 1.2 Siklus – siklus Pemrosesan Transaksi
    • Siklus-siklus transaksi memiliki empat kelompok utama :
        • Siklus pendapatan
        • Siklus pengeluaran
        • Siklus produksi
        • Siklus keuangan
    • Siklus kelima adalah siklus pelaporan keuangan. Siklus ini memproses data dari keempat siklus transaksi baik dengan akuntansi manajemen atau akuntansi keuangan menjadi laporan keuangan.
  3. 1.3 Akuntansi dan Teknologi Informasi
    • Proses akuntansi merupakan proses yang tidak bergantung pada teknologi yang digunakan.
    • Fungsi dan pihak pemakai memproses informasi dengan perangkat keras, perangkat lunak, dan sumber daya profesional yang tersedia pada suatu organisasi.
    • Teknologi Informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data.
    • Teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses dan menyajikannya dalam bentuk informasi.
    • Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.
  4. 1.4 Akuntan dan Pengembangan
    • Para akuntan dapat melaksanakan aktivitas pengembangan sistem sebagai sumber internal perusahaan atau oleh konsultan dari luar perusahaan.
    • Aktivitas pengembangan sistem sering dilakukan juga oleh auditor internal dan eksternal selama penelaahan struktur pengendalian internal Sistem Informasi Akuntansi.
    • Tahapan umum proyek pengembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) :
        • Analisa SIA
          • Untuk meningkatkan mutu informasi
          • Untuk meningkatkan pengendalian internal
          • Untuk meminimalkan biaya
        • Perancangan SIA
          • Proses spesifikasi mendetail atas solusi yang dipilih pada proses analisa SIA.
          • Hal ini meliputi evaluasi efektivitas dan efisiensi alternative rancangan SIA secara tegas dari kebutuhan SIA secara menyeluruh.
        • Implementasi SIA
          • Proses penempatan revisi-revisi dan prosedur rancangan terkini dan berbagai metode ke dalam operasional.
  5. Soal dan Jawaban
    • Apa perbedaan antara sistem manual, sistem komputer dan sistem berbasis komputer ?
      • Apabila sistem tersebut hanya mencakup sumber daya manusia, maka disebut sistem manual. Jika sistem tersebut hanya menggunakan sumber daya komputer, maka dinamakan sistem komputer. Dan apabila menggunakan sumber daya manusia dan komputer, maka dinamakan sistem berbasis komputer.
    • Apakah yang dimaksud dengan proses bisnis ?
      • Proses bisnis adalah sebuah hubungan satu kesatuan dari tugas-tugas yang melibatkan data, unit-unit organisasi, dan sebuah urutan yang logik.
    • Apakah Sistem Informasi Itu?
      • Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
    • Sebutkan beberapa contoh sistem informasi dalam kehhidupan sehari-hari?
      • Sistem yang dipasang pada tempat-tempat publik yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel, tempat pariwisata, pertokoan, dan lain-lain
      • Sistem layanan akademis berbasis Web
      • Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange atau EDI)
      • E-government atau sistem informasi layanan pemerintahan yang berbasis Internet.
    • Apakah Teknologi Informasi Itu?
      • TI mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, memgambil, memanipulasi, atau menampilkan data.
    • 6. Berikut ini adalah kegiatan yang ada dalam akuntansi, kecuali :
    • a. pencatatan c. pengevaluasian
    • b. penggolongan d. pelaporan
    • 7. Akuntansi bertujuan menghasilkan informasi keuangan untuk kepentingan pihak intern organisasi/perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan disebut :
    • a. akuntansi biaya c. akuntansi manajemen
    • b. akuntansi keuangan d. akuntansi perpajakan
    • 8. Suatu sistem yang dirancang untuk mengolah data-data keuangan menjadi suatu informasi akuntansi disebut:
    • a. sistem akuntansi c. sistem informasi
    • b. sistem informasi akuntansi d. sistem pengawasan
    • 9. Apakah perbedaan antara data dan informasi :
    • a. data adalah informasi tunggal, sedangkan informasi merupakan sekumpulan data-data
    • b. data lebih mudah dimengerti daripada informasi
    • c. informasi lebih mudah dimengerti daripada data
    • d. data ialah input untuk menghasilkan informasi, dan informasi merupakan hasil dari pengolahan data
    • 10. Siklus berikut terdapat dalam proses transaksi, kecuali …
    • a. Pendapatan c. Pengeluaran
    • b. Pemasukan d. Produksi
  6. MINGGU KE II Teknik dan Dokumentasi Sistem
  7. 2.1 Pemakaian Teknik – teknik Sistem
    • Teknik-teknik sistem penting bagi auditor internal dan eksternal serta para personel sistem dalam pengembangan sistem informasi.
    • Teknik-teknik sistem juga digunakan oleh akuntan yang melakukan pembuatan sistem, baik secara internal bagi perusahaannya maupun secara eksternal sebagai seorang konsultan.
    • Pemakaian Teknik Sistem :
      • 1. Penggunaan Teknik-Teknik Sistem dalam Auditing
        • Evaluasi Struktur Pengendalian Intern
        • Dalam mengevaluasi pengendalian intern, auditor umumnya memperhatikan arus pemrosesan dan distribusi dokumen-dokumen dalam sistem aplikasi. Beberapa teknik sistem misalnya bagan arus analitis, bagan arus dokumen, dan bagan distribusi formulir dapat digunakan oleh auditor untuk menganalisis distribusi dokumen dalam sistem.
        • Pengujian Ketaatan
        • Melakukan pengujian ketaatan untuk memastikan eksistensi, menilai efektivitas dan menguji kesinambungan operasi pengendalian intern yang diandalkan oleh organisasi. Teknik yang biasa digunakan adalah, IPO-HIPO, flowchart program, DFD, pencabangan dan tabel keputusan.
        • Kertas Kerja
        • Kertas kerja adalah catatan yang dipegang auditor mengenai prosedur dan pengujian yang diterapkan, informasi yang didapatkan, dan kesimpulan yng ditarik selama melakukan penugasan audit. Diagram aliran data, bagan HIPO, bagan arus program, table pencabangan dan keputusan, dan metode matrik dapat muncul dalam kertas kerja.
      • Penggunaan Teknik Sistem dalam Pengembangan Sistem
        • Analisis Sistem
        • Analisis Sistem melibatkan pengumpulan dan pengorganisasian fakta. Teknik sistem yang berguna untuk analisis informasi adalah diagram alur data logika dan flowchart analitis.
        • Desain Sistem
        • Desain sistem melibatkan penyusunan cetak biru sistem secara lengkap dan utuh. Teknik sistem seperti diagram input proses output, daigram HIPO, flowchart program, tabel keputusan dan lain sebagainya digunakan secara ekstensif untuk mendokumentasikan perancangan sistem.
        • Implementasi Sistem
        • Implementasi sistem mencakup aktivitas aktual mempraktekkan desain sistem yang telah dibuat.
  8. 2.2 Teknik – teknik Sistem
    • Teknik-teknik sistem merupakan alat yang digunakan dalam menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan sistem dan hubungan antar sub sistem. Teknik-teknik tersebut umumnya bersifat grafikal (piktoral).
    • Jenis-Jenis Teknik Sistem :
        • Bagan Arus (FlowChart) : adalah simbol diagram yang menunjukkan aliran data dan urutan operasi dalam sebuah sistem. Flowcharts merupakan teknik sistem yang sangat umum.
        • Bagan Arus Sistem Dan Program
        • Diagram-Diagram Aliran Data Logis (DFD)
        • Diagram-diagram Aliran Data Logis Dan Analisis Terstruktur
        • Bagan Arus Analitis, Dokumen, dan Distribusi Formulir
        • Bagan IPO dan HIPO : bagan IPO dan HIPO digunakan sebagai gambar utama dalam pengembangan sistem.
        • Teknik-Teknik Naratif
        • Analisis Pemanfaatan Sumber Daya
        • Teknik-Teknik Analisis Keputusan
  9. Soal dan Jawaban
    • Apakah yang dimaksud dengan teknik sistem ?
      • Merupakan alat yang digunakan dalam menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan sistem dan hubungan antar sub sistem. Teknik-teknik tersebut umumnya bersifat grafikal (piktoral).
    • Sebutkan penggunaan Teknik Sistem dalam Pengembangan Sistem.
      • Analisis Sistem
      • Desain Sistem
      • Implementasi Sistem
    • Menggunakan teknik sistem apa sajakah untuk melakukan pengujian ketaatan?
      • input-process-output (IPO)
      • hierarchy plus input-process-output (HIPO)
      • logical data flow diagrams (DFD)
    • Apakah yang dimaksud dengan kertas kerja ?
      • Kertas kerja adalah catatan yang dibuat dan disimpan oleh auditor dari hasil pengujian yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat selama pekerjaan audit.
    • Teknik sistem apa yang digunakan sebagai alat dokumentasi?
      • program flowcharts
      • decision tables
    • Apa yang dimaksud dengan teknik sistem? Jawaban : A
    • a. alat yang digunakan dalam analisis, desain dan dokumentasi hubungan antar sistem dan sub sistem.
    • b. Teknik-teknik dalam proses sistem
    • c. Alat untuk dokumentasi
    • d. Hubungan sub sistem dan Sistem
    • Teknik Sistem biasanya digunakan oleh : Jawaban : A
    • a. Akuntan c. finance
    • b. Manajer d. Dirktur
  10. MINGGU KE III Pengenalan Pemrosesan Transaksi
  11. 3.1 Arus Transaksi : Tinjauan Sekilas
    • Istilah pemrosesan transaksi mewakili berbagai aktivitas yang umumnya dilakukan oleh organisasi untuk mendukung operasional sehari-harinya. Walaupun tidak ada 2 organisasi yang memproses data transaksi secara persis sama, hampir semua organisasi memproses alur transaksi yang sama. Alur transaksi operasional dapat dikelompokkan menurut proses bisnis pada umumnya. Sebagian besar organisasi memiliki proses pesanan penjualan, proses tagihan, proses piutang, dan proses bisnis lainnya.
    • Arus transaksi melalui siklus akunting :
      • Transaksi Penjualan
      • Transaksi Penerimaan Tunai
      • Transaksi Pembelian
      • Transaksi Pengeluaran Tunai (Kas)
      • Transaksi Pembayaran Gaji
      • Transaksi Akunting Lainnya
  12. 3.2 Komponen – komponen sistem pemrosesan transaksi
    • Komponen Sistem Pemrosesan Transaksi :
      • Masukan
        • Pesanan konsumen, Slip penjualan, Faktur, Kartu absen karyawan
      • Pemrosesan
        • Pemrosesan melibatkan penggunaan jurnal dan register untuk memberikan catatan masukan yang permanen dan kronologis.
        • Jurnal digunakan untuk mencatat transaksi akuntansi keuangan.
        • Register digunakan untuk mencatat jenis lain data yang tidak terkait secara langsung dengan akuntansi.
      • Penyimpanan
        • Ledger dan berkas menyediakan penyimpanan data baik secara manual maupun terkomputerisasi.
        • Ledger menyediakan ringkasan dari transaksi akuntansi keuangan perusahaan.
        • Berkas adalah kumpulan terorganisir atas data terdiri atas : File transaksi, File Master, dan File referensi atau tabel.
      • Keluaran
      • Yaitu dokumen apapaun yang dihasilkan oleh sistem, contoh : Neraca saldo, Laporan keuangan, Laporan operasional.
  13. 3.3 Perancangan sistem tata buku berpasangan
    • Suatu sistem akuntansi harus sesuai untuk organisasi tertentu.
    • Hal penting dalam merancang sistem akuntansi :
      • Sifat dan tujuan organisasi
      • Karakteristik struktural dan fungsional
      • Tata letak fisik, produk dan jasa
      • Orang yang mengoperasikan sistem
    • Langkah dalam merancang sistem akuntansi :
      • Merancang pengelompokan kasar atas rekening, daftar rekening dan laporan keuangan terkait.
      • Mereview karyawan operasional dan manajemen.
      • Finalisasi laporan, daftar rekening, dan laporan lainnya
      • Menyiapkan rancangan penjurnalan dan perancangan kertas kerja yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan dan mengoperasikan sistem.
    • Model dasar akuntansi berpasangan hanya berisi 3 rekening : aktiva, utang dan modal.
  14. 3.4 Sistem kode akun untuk pemrosesan transaksi
    • Suatu sistem pengkodean berisi character set, yaitu satu set simbol yang telah ditentukan sebelumnya yang digunakan untuk mengidentifikasi obyek. Pengolahan data akuntansi sangat tergantung pada penggunaan kode untuk mencatat, mengklasifikasikan, menyimpan dan mengambil data keuangan.
    • Tujuan pengkodean :
      • Mengidentifikasikan data akuntansi secara unik
      • Meringkas data
      • Mengklasifikasikan rekening atau transaksi
      • Menyampaikan makna tertentu
    • Ada 5 metode pemberian kode rekening, yaitu :
      • Kode Angka atau Alphabet Urut (numerical or alphabetical-sequence code)
      • Kode Angka Blok (block numerical code)
      • Kode Angka Kelompok (group numerical code)
      • Kode Angka Desimal (decimal code)
      • Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf (numerical sequence preceded by an alphabetic reference)
  15. 3.5 Perancangan formulir dan pertimbangan penyimpangan catatan
    • Sebelum suatu transaksi diproses terlebih dahulu kita harus melakukan pengumpulan data transaksi. Pengumpulan data-data transaksi ini tidak dapat dipisahkan dari desain suatu formulir, sebab suatu formulir merupakan gambaran atau rekaman dari suatu transaksi.
    • Tujuan dari formulir :
      • Formulir dibuat untuk meminta dilakukannya suatu tindakan.
      • Formulir digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan.
  16. Soal dan Jawaban
    • Komponen penting apakah yang terdapat pada sistem pemrosesan transaksi?
      • Masukan
      • Pemrosesan
      • Penyimpanan
      • Keluaran
    • Apa sajakah contoh inputs?
      • Pesanan konsumen
      • Slip penjualan
      • Faktur
      • Pesanan pembelian
      • Kartu absen karyawan
    • Apa saja contoh jurnal khusus?
      • Jurnal penjualan
      • Jurnal pembelian
      • Jurnal penerimaan kas
      • Jurnal pengeluaran kas
    • Apakah yang dimaksud dengan berkas ?
      • kumpulan terorganisir atas data terdiri atas : File transaksi, File Master, dan File referensi atau tabel
    • Apa saja contoh Keluaran?
      • Neraca saldo
      • Laporan keuangan
      • Laporan operasional
      • Cek pembayaran
    • Apa yang dimasud pemrosesan transaksi? Jawab : B
    • a. Suatu proses transaksi suatu lembaga
    • b. Suatu proses dalam melakukan transaksi-transaksi didalam suatu perusahaan yang dilakukan untuk mendukung kegiatan sehari-hari
    • c. Suatu Proses transaksi dalam kegiatan perusahaan
    • d. Kegiatan transaksi yang mendukung dalam kegiatan sehari-hari
  17. MINGGU KE IV Pemrosesan Transaksi dan Struktur Pengendalian Intern
  18. 4.1 Kebutuhan akan pengendalian
    • Pengendalian dibutuhkan untuk mengurangi eksposur terhadap resiko. Eksposur tidak semata-mata terjadi akibat kurangnya pengendalian. Pengendalian berguna mengurangi eksposur, tetapi pengendalian tidak dapat memengaruhi penyebab terjadinya eksposur.
    • Beberapa bentuk eksposur umum :
      • Biaya yang Terlalu Tinggi
      • Pendapatan yang Cacat
      • Kerugian Akibat Kehilangan Aktiva
      • Akuntansi yang Tidak Akurat
      • Interupsi Bisnis
      • Sanksi Hukum
      • Ketidakmampuan untuk Bersaing
      • Kecurangan dan Pencurian
  19. 4.2 Elemen – elemen Struktur Pengendalian Intern
    • Lingkungan pengendalian
    • Menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.
    • Penaksiran resiko
    • Adalah identifikasi entitas, dan analisi terhadap resiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana resiko harus dikelola.
    • Aktivitas pengendalian
    • Adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.
    • Informasi dan komunikasi
    • Adalah pengidentifikasian, pengungkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka.
    • Pemantauan
    • Adalah proses yang menetukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu.
  20. 4.3 Alat Pengendalian Pemrosesan Transaksi
    • Praktik manajemen yang sehat, meliputi perencanaan, penganggaran,
    • pemilihan karyawan dan supervisi terhadap karyawan.
    • Pengendalian operasional, pengendalian yang menekankan pada aspek teknis,sehingga dilimpahkan kepada manajer operasional.
    • Pengendalian organisasional, dirancang untuk memberikan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk tiap bagian perusahaan.
    • Pengendalian dokumentasi, memastikan bahwa semua komponen sistem informasi didokumentasi dengan jelas. Dokumentasi akan memudahkan karyawan memahami kebijakan yg ditetapkan, memahami hubungan antar bagian,menjamin bahwa semua prosedur
    • Pengendalian otorisasi, memastikan bahwa transaksi dilaksanakan sesuai dengan otorisasi manajemen baik umummaupun khusus.
    • Pengendalian aktiva, memastikan bahwa aktiva dicatat dan dilaporkan dengan benar.
    • Pengamanan aktiva, untuk menjaga keaman aktiva, seperti pengamanan akses dan penggunaan, pengamanan dari kecurian dan kecerobohan
  21. 4.4 Etika dan Struktur Pengendalian
    • Banyak pihak berpendapat bahwa setiap perusahaan memiliki budaya sendiri dan budaya inilah yang mendukung ataupun menghalangi perilaku etis di organisasi.
    • Sebaik apa pun kode etik yang dimiliki perusahan, akan menjadi tidak berarti jika ada masalah budaya yang signifikan dalam budaya organisasi.
    • Menciptakan budaya organisasi yang dapat mendukung perilaku yang etis memang sulit dan memang tidak dapat dicapai tanpa pendidikan, pelatihan, dan komitmen. Komitmen dapat dicapai dengan menempatkan etika sebagai satu posisi legal dalam struktur organisasi perusahaan.
    • Untuk memastikan setiap program etika berjalan dengan baik., perusahaan harus memiliki audit budaya untuk memeriksa budaya dan perilaku etis dalam organisasi.
  22. Soal dan Jawaban
    • Apakah yang dimaksud struktur pengendalian intern ?
      • Proses Pengendalian Internal adalah sebuah proses yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan organisasi dapat dicapai.
    • Sebutkan unsur-unsur dari pengendalian internal ?
      • Lingkungan pengendalian
      • Penetapan risiko
      • Aktivotas pengendalian
      • Informasi dan komuniaksi
      • Monitoring/supervisi
    • Sebutkan faktor – faktor yang tercakup dalam lingkungan pengendalian ?
      • Nilai-nilai integritas dan etika
      • Komitmen terhadap kompetensi
      • Filosofi manajemen dan gaya operasi
      • Struktur organisasi
      • Perhatian dan pengarahan yang diberikan oleh dewan direksi dan komitenya
      • Cara pembagian otoritas dan tanggung jawab
      • Kebijakan sumber daya manusia dan prosedur.
    • Jelaskan tentang Etika dan Budaya Perusahaan ?
      • Setiap perusahaan memiliki budaya sendiri dan budaya inilah yang mendukung ataupun menghalangi perilaku etis di organisasi. Budaya perusahaan berhubungan dengan keyakinan umum, praktik, dan sikap keryawan. Sebaik apa pun kode etik yang dimiliki perusahan, akan menjadi tidak berarti jika ada masalah budaya yang signifikan dalam budaya organisasi.
    • Jelaskan dampak Lingkungan Bisnis Terhadap Pengendalin Internal ?
      • Proses pengendalian internal suatu entitas bervariasi tergantung pada konteks ukuran organisasi; struktur organisasi, karakteristik kepemilikan; metode transmisi, pemrosesan, pemeliharaan dan pengevaluasi informasi; persyaratan legal dan regulator; diversitas dan kompleksitas operasi organisasi.
    • Siapa saja yang harus mempunyai etika dalam proseses transasksi? Jawab : C
    • a. Semua masyarakat sekitar perusahaan
    • b. Manajer saja
    • c. Manajer. Karyawan. Personalia dan semua warga
    • d. Benar semua
    • Apa tanggung jawab dari manajemen ? Jawab : A
    • a. Menetapkan penyelenggaraan strukur dan pengendalian Intern
    • b. Mengubah penyelenggaraan struktur
    • c. Mengendalikan Intern dan audit
    • d. Semua salah