Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 23 November 2010

Sistem Informasi Akuntasi

HUBUNGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN EFEKTIFITAS STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAN PADA PT. KERETA API (Persero) DAERAH OPERASIONAL 2 BANDUNG

Masalah penggajian merupakan bagian yang harus mendapat perhatian besar, karena selain biaya terbesar dalam biaya operasi perusahaan, juga karena karyawan sangat sensitif terhadap kesalahan yang terjadi dalam penggajian atau hal-hal yang tidak wajar yang berkaitan dengan penggajian. Melihat hal tersebut, maka diperlukan suatu sistem informasi akuntansi penggajian yang disertai dengan pengendalian intern atas penggajian yang diharapkan dengan adanya sistem informasi akuntansi dan struktur pengendalian intern penggajian yang baik akan menghasilkan informasi penggajian yang akurat, cepat, dan dapat dipercaya. Begitupun dengan PT. Kereta Api (Persero) yang sudah menerapkan struktur pengendalian intern dan sistem informasi akuntansi penggajian yang sudah terkomputerisasi. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “HUBUNGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAAN PADA PT.KERETA API (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.”
Sehubungan dengan hal tersebut penulis mengidentifikasikan beberapa masalah yang timbul dalam pengelolaan penggajian, yaitu bagaimana pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggajian, bagaimana pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan bagaimana hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas struktur pengendalian intern penggajian. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : untuk memperoleh data informasi yan memberikan petunjuk ttentang pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggjian, untuk mengetahui pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan untuk mengetahui hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas pengendalian intern penggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.
Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui penelitian lapangan dan penelitiian kepustakaan, dimana dalam penelitian lapangan dilakukan dengan wawancara, observasi dan kuesioner, dan untuk penelitian kepustakaan dilakukan dengan literatur buku dan data lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa pelaksanaan sistem informasi akuntansi pnggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung sudah sangat memadai, hal tersebut didukung selain dari jawaban responden sebesar 85,6% juga karena PT. Kereta Api (Persero)sudah menerapkan elemen-elemen sistem informasi akuntansi penggajian dan tercapainya tujuan sistem informasi akuntansi. Sedangkan pelaksanaan struktur pengendalian intern pengajian di PT. Kereta Api (Persero) sudah dilaksanakan dengan sangat efektif, hal tersebut didukung karena selain dari tujuan struktur pengendalian intern penggajian sudah tercapai juga karena sudah menerapkan unsur-unsur struktur pengendalian intern, selain itu juga berdasarkan jawaban responden sebesar 85%. Berdasarkan metode Rank Sspearmen, PT. Kereta Api (Persero) memiliki tingkat hubungan yang kuat antara sistem informasi akuntansi dengan struktur pengendalian intern sebesar 0,779.

Deskripsi Alternatif :

Masalah penggajian merupakan bagian yang harus mendapat perhatian besar, karena selain biaya terbesar dalam biaya operasi perusahaan, juga karena karyawan sangat sensitif terhadap kesalahan yang terjadi dalam penggajian atau hal-hal yang tidak wajar yang berkaitan dengan penggajian. Melihat hal tersebut, maka diperlukan suatu sistem informasi akuntansi penggajian yang disertai dengan pengendalian intern atas penggajian yang diharapkan dengan adanya sistem informasi akuntansi dan struktur pengendalian intern penggajian yang baik akan menghasilkan informasi penggajian yang akurat, cepat, dan dapat dipercaya. Begitupun dengan PT. Kereta Api (Persero) yang sudah menerapkan struktur pengendalian intern dan sistem informasi akuntansi penggajian yang sudah terkomputerisasi. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “HUBUNGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAAN PADA PT.KERETA API (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.”
Sehubungan dengan hal tersebut penulis mengidentifikasikan beberapa masalah yang timbul dalam pengelolaan penggajian, yaitu bagaimana pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggajian, bagaimana pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan bagaimana hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas struktur pengendalian intern penggajian. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : untuk memperoleh data informasi yan memberikan petunjuk ttentang pelaksanaan sistem informasi akuntansi penggjian, untuk mengetahui pelaksanaan struktur pengendalian intern penggajian, dan untuk mengetahui hubungan sistem informasi akuntansi dengan efektifitas pengendalian intern penggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.
Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui penelitian lapangan dan penelitiian kepustakaan, dimana dalam penelitian lapangan dilakukan dengan wawancara, observasi dan kuesioner, dan untuk penelitian kepustakaan dilakukan dengan literatur buku dan data lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa pelaksanaan sistem informasi akuntansi pnggajian di PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung sudah sangat memadai, hal tersebut didukung selain dari jawaban responden sebesar 85,6% juga karena PT. Kereta Api (Persero)sudah menerapkan elemen-elemen sistem informasi akuntansi penggajian dan tercapainya tujuan sistem informasi akuntansi. Sedangkan pelaksanaan struktur pengendalian intern pengajian di PT. Kereta Api (Persero) sudah dilaksanakan dengan sangat efektif, hal tersebut didukung karena selain dari tujuan struktur pengendalian intern penggajian sudah tercapai juga karena sudah menerapkan unsur-unsur struktur pengendalian intern, selain itu juga berdasarkan jawaban responden sebesar 85%. Berdasarkan metode Rank Sspearmen, PT. Kereta Api (Persero) memiliki tingkat hubungan yang kuat antara sistem informasi akuntansi dengan struktur pengendalian intern sebesar 0,779.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar